Home » , » DAPUR TRADISIONAL DENGAN TUNGKU TIGA BATU

DAPUR TRADISIONAL DENGAN TUNGKU TIGA BATU



Tulisan ini diharapkan dapat dibaca di terapkan oleh kader PAN, terutama yang tinggal di daerahpedesaan, tulisan ini merupakan sarana menambah ilmu dan informasi untuk para kader PAN sehingga dapat memimpin masyarakat ketingkat yang lebih baik. Diharapkan dengan berkiprahnya kader PAN di masyarakat dapat mengangkat martabat di lingkungannya sebagai agen pembangunan dan pembawa solusi masalah masyarakat.
Penggunaan tungku tiga batu adalah merupakan tungku tradisional yang sudah digunakan berabad abad-abad oleh umat manusia. Tungku tiga batu konstruksinya sangat sederhana dan mudah dibuat karena itulah sangat banyak digunakan diberbagai belahan dunia .Namun tungku jenis ini memiliki kekurangan yaitu, boros energy dan memproduksi asap yang sangat banyak. Kebiasaanpara ibu yang memasak di dapur tertutup dan kedekatan anak anak dengan ibunya, sehingga anaka anak ikut terpapar oleh asap, akhirnya kesehatan ibu dan anak banyak yang terganggu.
Pernyakit  yang menyertai tungku ini adalah ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas). Berikut ini akan kami paparkan beberapa perbaikan tungku tiga batu ini sehingga kemudahan membuat dan menggunakannya sebagai keunggulan tungku jenis ini masih melekat. Perbaikan ditujukan untuk membuatnya lebih efisien dan memperbaiki kesehatan Ibu dan Anak.
Apa yang kami tulis ini merupakan rangkuman dari berbagai situs tentang green energy dan tentu saja perlu di lakukan berbagai modifikasi agar tepat di aplikasikan di masyarakat.

Masyarakat yang menjadi target adalah mereka yang :

1.  Tinggal di pedesaan dan masih menggunakan kayu bakar sebagai sumber energy untuk memasak.
2.   Masyarakat yang tidak mampu membeli gas (LPG) karena daya belinya yang rendah, sehingga mereka menggunakan kayu bakar.

Hasil yang diharapkan dengan menerapkan ilmu ini adalah :
1.     Meningkatnya tingkat perekonomian masyarakat miskin karena membeli kayu bakar yang lebih sedikit, sehingga ada dana lebih yang dapat dialokasikan untuk keperluan lainnya, sehingga daya beli ataupun  saving (menabung) meningkat.
2.     Perambahan hutan untuk mencari kayu bakar dapat berkurang.
3.     Penggunaan kayu bakar yang lebih sedikit, membuat waktu mencari kayu bakar juga lebih sedikit, sehingga ada waktu tambahan yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti, menjalankan kegiatan perokomian yang lain, sehingga dapat menambah penghasilan dan memperbaiki pendapatan. Waktu bertemu keluarga dan masyarakat lebih banyak sehingga komunikasi dapat antar personal dan social dapat lebih baik. Waktu mendampingi anak maupun istri lebih banyak diharapkan membuat keluarga lebih harmonis dan sejahtera.
4.     Paparan asap di dapur dapat dihilangkan, minimal dikurangi ke tingkat yang paling rendah sehingga kesehatan ibu anak lebih baik, paling tidak penyakit ISPA dapat ditekan. Kami sarankan sebelum melaksanakan program ini dilakukan pendataan lebih dahulu dari puskesmas desa, berapa banyak jumlah penderita penyakitI SPA nya, kemudian setelah program ini dijalankan dilakukan kembali pendataan penderita ISPA, semoga hasilnya dapat lebih  baik.
5.     Emisi gas rumahkaca (CO2 ) sebagai penyumbang perubahan iklim dan pemanasan sejagat (Global warming) dapat ditekan.
6.     Masyarakat akan menjaga kelestarian hutan, lebih baik lagi kalau menanam kebun energy. Karena kayu bakar yang digunakan sebaiknya maximal berukuran 10 Cm, ini berarti masyarakat hanya menggunakan cabang bukan batang kayu, gilirannya pohon akan terjaga.


Modifikasi tungku dengan mengubah ukurannya agar pembakaran lebih baik dan memasak lebih cepat, ukuran X = 40 Cm, maka tinggi tungku menjadi 80 Cm, ruang bakar 20 Cm X 20 Cm, tempat kayu 30 Cm, dan udara masuk sebagai preheating air (udara dipanaskan mula) 10 Cm.

TUNGKU TIGA BATU


Gambar sketsa konstruksi tungku tiga batu, tungku yang paling sederhana dan paling banyak digunakan dimasa lalu terutama di daerah pedesaan.


Pemakaian tungku tradisional yang boros energy (kayubakar) menjadi salah satu penyebab penggundulan hutan. Selain itu asap yang membumbung membuat kaum ibu dan anak terserang ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas). Ibu dan anak yang paling rentan terhadap ISPA karena saat memasak anak kecil bahkan bayi biasanya selalu bersama ibunya. Meniupkan oxygen untuk memperbesar api dan menghisap udara di dapur dengan udara yang terpaparasap, ISPA pastilah akrab selain mata yang perih, sehingga dampak berikutnya adalah menurunnya kemampuan melihat, alias rabun.
Dapur yang penuh asap sangat tidak nyaman untuk memasak, apalagi kalau suami pulang, badan masih bau… bagaimana harmonisasi keluarga akan terpelihara..?


Layout  dapur tradisonal dengan menggantung kayu bakar diatas tungku, sebagai sarana memanfaatkan udara (dan asap) panas untuk mengeringkan kayu, cara ini dapat menghemat kayu bakar dan menurunkan sedikit asap karena moisture kayu yang rendah, serta menghemat uang membeli kayu bakar dan berobat karena ISPA.


Model model tungku yang lebih hemat energy dengan menambah jumlah perapian atau tandem. Panas yang dihasilkan tidak langsung terbuang ke udara bebas, namun dapat memanaskan bahan-bahan yang dimasak atau menghangatkan dan menjaga kehangatan masakan dengan meletakannya di perapian yang bersebelahan yang disusun secara seri maupun parallel. Model ini lebih baik lagi dalam penggunaan energy, menurunkan jumlah pemakaian kayu bakar, dengan dampak ISPA menurun dan penggundulan hutan dapat  berkurang.


Tungku dengan saluran pembuangan asap keluar dari dapur, lebih sehat dan bebas asap. Cerobong asap akan menghantar asap keluar dari dapur dan pembakaran lebih baik dan terarah.
Perbaikan konstruksi tungku tiga batu, yang boros energy dan menyebarkan asap yang bergulung gulung, telah dilakukan oleh yayasan ROCKET atas permintaan badan PBB dalam rangka menanggulangi penggundulan hutan oleh masyarakat di Afrika, meningkatkan kesehatan ibu dan anak, meningkatkan ekonomi masyarakat.



Ide dasar tungku Rocket yang merupakan pengembangan dari tungku tiga batu adalah dengan memanaskan aliran udara masuk keruang bakar (preheating air to combustion chamber)
Tahapan pembuatannya dan penggunaannya sebagai berikut :






(Oleh : Purwaka)
Share this article :

Poskan Komentar

 
Support : Design by Maskolis | Modify by Kader Amanah
Proudly powered by Blogger
www.pan-kabbekasi.com
Copyright © 2011. DPD PAN KABUPATEN BEKASI - All Rights Reserved